Download Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an Makna Pesantren PDF

Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an Makna Pesantren karya Imam An-Nawawi berisi panduan adab bagi pembaca dan penghafal Al-Qur’an.

Kitab At Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Imam An Nawawi Makna Pesantren
At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an (Image: Tafsir Al-Quran)


🕌 Apa Itu Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an?

Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an adalah karya agung dari Imam An-Nawawi, ulama besar abad ke-7 Hijriyah yang juga menulis kitab populer seperti Riyadhus Shalihin dan Al-Adzkar.
Kitab ini membahas secara rinci adab dan etika bagi para pembaca, penghafal, serta pengajar Al-Qur’an.

Tujuan utama kitab ini adalah menanamkan akhlak mulia dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an—baik saat membaca, menghafal, maupun mengajarkan.
Karena itu, kitab ini sering dipelajari di pesantren, madrasah, dan majelis taklim di seluruh dunia Islam, termasuk di Indonesia.

📜 Pengarang dan Latar Belakang Kitab

Kitab At-Tibyan ditulis oleh Imam Abu Zakariyya Yahya bin Syaraf An-Nawawi Ad-Dimasyqi (631–676 H), seorang ulama besar dalam bidang fikih, hadits, dan tasawuf.
Beliau dikenal karena kedalaman ilmu, kesederhanaan hidup, dan ketekunan dalam menulis.

Kitab ini ditulis untuk memberikan pedoman bagi para huffaz (penghafal Al-Qur’an), qari (pembaca), dan pengajar agar mereka tidak hanya fokus pada hafalan, tetapi juga menjaga adab dan akhlak terhadap Kalamullah.

📚 Isi dan Struktur Kitab At-Tibyan

Kitab ini terdiri dari beberapa bab yang membahas hal-hal penting seputar adab terhadap Al-Qur’an, antara lain:

📖 a. Keutamaan Al-Qur’an

Imam An-Nawawi menjelaskan kemuliaan Al-Qur’an sebagai kalam Allah dan keutamaan orang yang menghafal serta mengajarkannya.

💎 b. Adab Penghafal dan Pembaca Al-Qur’an

  • Membaca dengan niat ikhlas dan tartil.

  • Menjaga kebersihan diri dan tempat.

  • Tidak membaca Al-Qur’an dalam keadaan najis.

  • Tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai alat mencari dunia.

  • Mengulang hafalan dengan istiqamah.

🕌 c. Adab terhadap Mushaf

  • Tidak meletakkan mushaf di tempat rendah.

  • Tidak menyentuh mushaf tanpa wudhu.

  • Menjaga mushaf dari najis dan kerusakan.

  • Membaca dengan penuh khusyuk dan hormat.

👳‍♂️ d. Adab Guru dan Murid

  • Guru harus tulus, sabar, dan mencontohkan akhlak Qur’ani.

  • Murid harus menghormati gurunya, tidak mendebat dengan kasar, dan mendengarkan dengan adab.

🌙 e. Penerapan dalam Kehidupan

Kitab ini menegaskan bahwa menghormati Al-Qur’an tidak hanya saat membacanya, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari: menjaga lisan, akhlak, dan perbuatan agar sesuai dengan nilai Al-Qur’an.

💡 Tujuan dan Manfaat Kitab At-Tibyan

Kitab ini ditulis dengan tujuan utama untuk:

  • Mendidik umat Islam agar menghormati Al-Qur’an lahir dan batin.

  • Membentuk pribadi penghafal Al-Qur’an yang berakhlak mulia.

  • Menjadi pedoman bagi guru, santri, dan masyarakat dalam berinteraksi dengan kitab suci.

  • Menumbuhkan kecintaan dan penghormatan terhadap Kalamullah di tengah maraknya sikap lalai dan kurang sopan terhadap mushaf.

🏫 Peran Kitab Ini di Dunia Pesantren

Di Indonesia, At-Tibyan menjadi salah satu kitab adab klasik yang sering diajarkan di pondok pesantren, terutama di lingkungan penghafal Al-Qur’an.
Biasanya dikaji di:

  • Kelas tahfidz atau pengajian Ramadhan.

  • Kajian rutin adab santri terhadap Al-Qur’an.

  • Kegiatan khataman Qur’an atau haflah akhir tahun.

Metode yang digunakan biasanya bandongan atau sorogan, di mana kiai membaca teks Arab lalu menjelaskan maknanya dalam bahasa Indonesia atau Jawa Pegon.

🌟 Keunggulan Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an

a. Karya Imam An-Nawawi – otoritatif dan dijadikan rujukan dunia Islam.
b. Fokus pada adab, bukan sekadar hafalan.
c. Ringkas tapi padat makna.
d. Mudah diajarkan di pesantren dan madrasah.
e. Ada banyak versi terjemahan modern yang mudah dipahami.

⚖️ Keterbatasan dan Catatan Penting

  • Kitab ini tidak membahas tajwid atau qira’at secara teknis.

  • Butuh bimbingan guru agar makna adab tidak disalahpahami.

  • Perlu penyesuaian konteks zaman, seperti adab membaca Al-Qur’an melalui gawai digital.

🕋 Relevansi Kitab Ini di Zaman Sekarang

Di era digital, banyak umat Islam membaca Al-Qur’an melalui aplikasi atau media sosial.
Kitab At-Tibyan mengingatkan agar tetap menjaga adab, kesucian, dan rasa hormat, walaupun teknologi berubah.
Nilai-nilai yang diajarkan Imam An-Nawawi sangat relevan: ikhlas, bersih, hormat, dan khusyuk dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.

💬 Kesimpulan

Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an bukan sekadar buku adab, tetapi panduan spiritual bagi setiap Muslim.
Ia mengajarkan bahwa kehormatan Al-Qur’an harus dijaga — baik dalam ucapan, hafalan, maupun perbuatan.

Dengan memahami kitab ini, kita tidak hanya menjadi pembaca Al-Qur’an yang fasih, tapi juga pengamal Al-Qur’an yang berakhlak mulia.

📥 Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an Makna Pesantren

Bagi kamu yang ingin memiliki kitab ini dalam bentuk digital, berikut tersedia versi PDF lengkap yang bisa kamu unduh secara gratis untuk keperluan belajar pribadi:

📘 Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an Makna Pesantren


Baca Langsung

Gabung dalam percakapan